Rabu, 23 Maret 2011

Sahabat Wanita



Sahabat Wanita

Oleh: Tidak Diketahui
Terjemahan Bebas Oleh: Bassisette
Kiriman: Azallea Lesmana


Pada suatu hari, seorang wanita muda yang baru saja menikah mengunjungi ibunya di Bukit Timah. Mereka duduk di sebuah sofa dan menikmati segelas air teh dingin.

Ketika mereka sedang berbincang-bincang mengenai kehidupan, pernikahan, tanggung jawab dalam hidup serta kewajiban, sang ibu dengan perlahan menaruh sebongkah es batu ke dalam gelasnya dan menatap wajah anak perempuannya.

"Jangan lupakan sahabat-sahabat wanitamu." nasihatnya, sambil mengaduk-ngaduk daun teh di bawah gelasnya. "Mereka akan menjadi orang yang penting bagimu ketika usiamu makin tua.Tidak peduli seberapa dalam kau mencintai suamimu, seberapa banyak anak-anak yang kau miliki, kau masih tetap harus memiliki sahabat wanita. Ingatlah untuk berjalan-jalan bersama mereka, melakukan hal bersama-sama dengan mereka. Dan ingat bahwa mereka bukan hanya sekedar sahabat wanitamu, tetapi mereka akan menjadi saudara, anak dan yang lainnya. Kau akan membutuhkan sosok wanita yang lain. Wanita selalu begitu."

"Sungguh nasihat yang aneh," pikir si wanita muda. "Bukankah aku baru saja menikah? Bukankah aku baru saja bergabung dalam dunia pasangan-pasangan muda? Sekarang saya adalah seorang istri, orang dewasa, bukan anak perempuan kecil yang memerlukan teman main perempuan lainnya! Tentu saja keluarga yang akan kami bina dapat membuat hidup saya lebih berarti."

Tetapi, ia mendengarkan nasihat ibunya; ia terus berhubungan dengan sahabat-sahabat wanitanya dan bertemu dengan semakin banyak sahabat setiap tahun. Ketika tahun demi tahun berlalu, ia mulai merasakan betapa benar nasihat yang diberikan ibunya. Ketika waktu dan keadaan mengubah keberadaan mereka sebagai wanita dengan segala misterinya, sahabat-sahabat wanitanya tetap berada dalam kehidupannya.

Setelah hidup selama 50 tahun dalam dunia ini, inilah fakta-fakta yang saya dapatkan dari memiliki sahabat wanita:

Sahabat wanita membawakan kau kari ayam dan menggosok kamar mandimu ketika kau membutuhkan pertolongan.

Sahabat wanita akan menjaga anak-anak dan rahasiamu.

Sahabat wanita akan memberikan nasihat ketika kau membutuhkannya. Kadang-kadang kau menerimanya, kadang-kadang tidak.

Sahabat wanita tidak selalu mengatakan apa yang kau lakukan benar, tetapi mereka biasanya bersikap jujur.

Sahabat wanita akan terus mengasihimu, meskipun ada perbedaan pendapat.

Sahabat wanita akan tertawa bersama-sama denganmu, dan lelucon kosong sama sekali tidak diperlukan hanya untuk sebuah tawa.

Sahabat wanita akan menarikmu dari kesulitan.

Sahabat wanita akan menolongmu keluar dari hubungan-hubungan yang buruk.

Sahabat wanita menolongmu mencarikan rumah tinggal yang baru, membantu mengepak barang dan pindah.

Sahabat wanita akan membuat sebuah pesta untuk anak-anakmu ketika mereka menikah atau memiliki anak, manapun yang lebih dulu terjadi.

Sahabat wanita akan selalu berada di sampingmu, dalam suka maupun duka.

Sahabat wanita akan menempuh badai, topan, panas, dan kegelapan untuk mengeluarkan kau dari keputusasaan.

Sahabat wanita akan mendengarkan ketika kau kehilangan pekerjaan atau seorang kawan.

Sahabat wanita akan mendengarkan ketika anak-anakmu mengecewekanmu.

Sahabat wanita akan mendengarkan ketika keadaan orang tua kita semakin memburuk.

Sahabat wanita akan menangis bersamamu ketika orang yang dikasihimu meninggal.

Sahabat wanita menghiburmu ketika kau dikecewakan oleh banyak pria di dalam kehidupanmu.

Sahabat wanita membantumu untuk bangkit kembali ketika pria kau cintai pergi meninggalkanmu.

Sahabat wanita senang ketika mereka melihatmu bahagia, dan bersedia mencari dan melemparkan apa yang tidak membuatmu bahagia.

Waktu berlalu.
Kehidupan berjalan.
Jarak memisahkan.
Anak-anak beranjak dewasa.
Cinta hilang dan pergi.
Hati yang hancur.
Karir berakhir.
Pekerjaan berganti.
Orang tua meninggal.
Rekan-rekan melupakan kebaikan.
Pria tidak menelpon ketika mereka berkata mereka akan.

TETAPI, sahabat-sahabat wanita akan terus mendampinginmu, meskipun waktu dan jarak yang terpaut sangat jauh. Seorang sahabat wanita tidak akan lebih jauh dari orang-orang yang membutuhkan. Ketika kau harus berjalan melewati lembah sendirian, sahabat wanitamu akan terus berjalan bersamamu di atas puncak lembah, menyusuri jarak bersamamu, menghiburmu, mendoakanmu, menarikmu, dan menanti dengan tangan terbuka di ujung lembah ketika perjalanan berakhir. Terkadang, mereka pun harus melanggar peraturan untuk dapat berjalan bersamamu. Atau bahkan menopangmu.

Anak, saudara, ibu, ipar perempuan, ibu mertua, bibi, keponakan, sepupu perempuan, keluarga jauh, dan para sahabat perempuan saya telah membuat kehidupan saya lebih berarti! Dunia tidak akan sama tanpa kehadiran mereka, dan begitu juga saya.


Ketika kita memulai petualangan kita sebagai wanita dewasa, kita tidak tahu tentang kesukacitaan atau kedukaan yang akan terjadi di depan. Atau seberapa jauh saya dan mereka akan saling membutuhkan. Tetapi saya tahu, saya masih tetap membutuhkan mereka setiap hari.



Sabtu, 19 Februari 2011

Obrolan Terakhir Malam Ini


Malem ini ngobrol sama beberapa orang...
Hehehehe...


With my little brother... Aril Juwanda...

Assalamualaikum... Adekku yang pintar, lagi apa? Hahahahahahahahaha

WS.......... NPE?

Ndik ade... Tapi gawi?

FB

La udim ujian?

SNIN........... Trakhir

Semangat... Sukses selalu yah...


My lovely brother...

Asw... Bi... Sehat...

wlkslm. alhmd sehat kak... kagn dengan antum.. hehehe.. ;D lagi sbk pa kak??

lg sibuk OL... hhehehehe

hehe. iyalah... yg laen kak?? kapn nikah???

hehehe. Ngurusin proposal buat nyari akhwat... hehehehehehe

hehe... kapan??? ana tanggal 8 september 2014... insya allah lamar akhawat

Ndak tau lah...

hehe..

cie... yang udah punya tanggal... barakallah lah kalau begitu...

hehe.. iya kak qta mesti berani bermimpi... betul tidak??

betul... betul... betul...

sip...sipp

barakallah ya Adekku... Love you brother...

love to.. kapan wisuda kak??

Maret dunks... ane udah cetak skripsi...

sipp... bareng dp akhwat fp dunk

Sopo?

kusmaria,S.P

Ulfa? Oohhh... Iya...

bukan. teman ya

teman? siapa?

kusmaria

Ndak... ndak tau malah... Kalo Ulfa ane tau... Tau nomornya... Dia mau ikut acara ADK ndak yah habis wisuda...

ga tahu... ada... entar ana smskan

ya... boleh... besok2 ane tanya... DP FOSI kan?

apa ya???

Kusmaria DP?

iya


Larto Darmawan

Aih... OL terus...

ndak ada kerjaan

Wuih, enak nih yang mau jalan2 k Jakarta...

jalan2 apa, kerja wui

ye, sing penting... oleh-oleh...

oleh2 opo?

yg jelas bukan akhwat... ane bisa nyari ndiri kalo itu...

halah mana buktinya?????

mau tau? males deh...

mana... I know

Ndak boleh dikasih tau lah... tau apa?

ehh bsk jam 4 ya acara tuker2 kado itu

iya... bukannya ente jalannya besok...

senin. udah beli kado ?

belum... iya juga yah... beli apa? berarti bisa ikut kak dirga dong?

kemana? ndak bilang2 dia

nganter apa gitu ke deket Mutun... sama temennya... kalo ndak salah denger, sama Arif. Apa mbah Surip?

ooooo....gitu... bukan mbah surip kali

ya ndak tau... ikut yah...

ndak diajak kok, ya ndak eneklah

ntar ane bilang...

ndak enaklah

nyantai aja...


Tia Agnesa Bachri

Asw... Tia... Pa kabar...

kabar wawai pak dokter... dirimu gimana??

ndak nanya kabar LCDnya?

sampe lupa loh..hehe

baik insya Allah... kalo masih ada bola, tak pake nonton, tapi karena cuma ada sinetron aja, ya ndak dipake deh...

besok dateng kan??? di bawa aja sekalian. how??

apa dianterin aja...

yang bawa kan motor..gak berat

afwan yah lama... sewanya piye?

lainlah ya yang udah sarjana..wkwkw..nanyain sewa..

Alhamdulillah Ia... Kompre selesai... Tia lah cepet2...

males betul jri ke kampus. didesek dosen terus...

harus dipaksa... semangat...  dah sampe mana emangnya?

terakhir di suru ganti judul lagi..makanya males.. belum jalan2 lagi nih buat proposal. uda keburu bosen,,hee. tapi ni lagi coba ngumpulin data lagi..

perlu dibantu? mumpung lagi luang nih... (sokbaik.com)

lagi nyobain yang ada di otak ni.. sayang aja uda ngajar tapi gak dapet apa2.. lagi coba2 metode yang pas. yang bisa diangkat jadi judul baru..

Semangat deh... Doa kami menyertaimu... Hehehehehe... Ditunggu undangan makan2 wisudanya yah...

doakan lah bisa cepat jadi sarjana..


Amiin...